Nasionalisme - Istilah nasionalisme, liberalisme,
sosialisme dan demokrasi merupakan paham-paham baru yang berkembang di Eropa.
Paham-paham tersebut muncul sebagai akibat terjadinya Revolusi Industri dan
Revolusi Perancis.
Menurut Louis Snyder nasionalisme
merupakan campuran dari gagasan yang mengandung faktor-faktor politik,
ekonomi, sosial dan budaya sehingga menyatu pada taraf tertentu dalam suatu
kurun sejarah.
Menurut Otto Bouer paham
nasionalisme muncul oleh adanya persamaan sikap dan tingkah laku dalam
memperjuangkan nasib yang sama.
Dua tokoh terakhir mempunyai
kesamaan pendapat bahwa nasionalisme suatu bangsa lahir akibat adanya faktor
kemanusiaan.
Nasionalisme adalah paham pada
mulanya unsur-unsur pokok nasionalisme terdiri atas persaudaraan darah/
keturunan, suku bangsa, tempat tinggal, agama, bahasa dan budaya. Kemudian
berubah dengan masuknya dua unsur yaitu persamaan hak bagisetiap orang untuk
memegang persamaan dalam masyarakatnya serta adanya persamaan kepentingan dalam
bidang ekonomi.
Aspek mendasar timbulnya
nasionalisme adalah aspek sejarah. Melalui aspek sejarah biasanya suatu bangsa
memiliki rasa senasib sepenanggungan serta harapan untuk menggapai masa depan
yang lebih baik. Dengan demikian nasionalisme adalah sikap politik dan sikap
sosial suatu kelompok masyarakat yang memiliki kesamaan budaya, wilayah, tujuan
dan cita-cita.
Nasionalisme sebagai suatu peristiwa
sejarah, selalu bersifat kontekstual (artinya meruang dan mewaktu), sehingga
nasionalisme di suatu daerah dengan daerah lain atau antar zaman tidaklah sama.
Misalnya saja bagi negara yang sudah lama merdeka, nasionalisme dapat mengarah
pada imperialisme. Biasanya nasionalismenya bersifat konservatif. Bagi negara
semacam ini akan mempersulit timbulnya nasionalisme di daerah-daerah
jajahannya. Sedangkan bagi negara yang masih terbelenggu imperialisme dijajah
nasionalisme bersifat revolusioner dan progresif. Dengan demikian nasionalisme
sarat dengan kepentingan suatu bangsa. Tumbuh dan berkembangnya nasionalisme
sangat dipengaruhi oleh nasionalisme yang dianut kelompok dominan suatu bangsa.
Gerakan ultransionalisme ini
diwujudkan dalam bentuk menguasai bangsabangsa lain. Contohnya bangsa Belanda
yang menjajah bangsa Indonesia, bangsa Inggris yang menjajah India dsb.
Selain adanya gerakan
ultransionalisme, nasionalisme dapat pula mengarah pada chauvinisme, yaitu
paham yang menganggap dirinya sebagai suatu bangsa yang terbaik. Disatu sisi,
nasionalisme akan memberi suatu kepercayaan diri yang kuat. Contoh Jerman pada
waktu diperintah Adolf Hitler.
Baca juga:
Definisi atau Pengertian Paham Liberalisme dan Kapitalisme Modern
Baca juga:
Definisi atau Pengertian Paham Liberalisme dan Kapitalisme Modern

0 comments :
Post a Comment
Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak menyertakan link, sebab akan dihapus karena dianggap sebagai spam.
"Anda Berkomentar Sopan, Kami segan"