UPAYA PENCEGAHAN PERGAULAN BEBAS


Dewasa ini, pergaulan bebas semakin meraja lela dengan dibuktikan banyaknya remaja yang menikah di usia belia, kehamilan diluar nikah dan meningkatnya penyakit kelamin seperti HIV AIDS dan lain sebagainya. Untuk itu perlu adanya gebrakan yang spektakuler dari pemerintah untuk menanggulangi hal-hal tersebut, bukan hanya diserahkan pada guru sekolah, karena guru juga memiliki keterbatasan dalam hal tersebut. Namun, tidak ada salahnya apabila kita mencoba sedini mungkin untuk mencegah pergaulan bebas itu dengan melakukan hal-hal berikut:

  • Menanamkan nilai-nilai agama, moral dan etika antara lain : pendidikan agama, moral dan etika dalam keluarga, kerjasama guru, orang tua dan tokoh masyarakat. Pendidikan yang diberikan hendaknya tidak hanya kemampuan intelektual, tetapi juga mengembangkan kemauan emosional agar dapat mengembangkan rasa percaya diri, mengembangkan ketrampilan mengambil keputusan yang baik dan tepat, mengembangkan rasa harga diri, mengembangkan ketrampilan berkomunikasi, yang mampu mengatakan “tidak” tanpa beban dan tanpa mengikuti orang lain.

  • Pendidikan dan penyuluhan seksualPada waktu ini cara-cara pendidikan seksual didasari oleh dua pandangan dan pendekatan yang sangat berbeda, yaitu : (a) pendekatan psikoanalitik, yang hanya mengakui bahwa perkembangan psiko-seksual ditentukan oleh pembawaan yang untuk sebagian besar sifatnya autonom. (b) pendekatan sosiologik, yang mengakui adanya pengaruh dari lingkungan. Yang mempunyai banyak pengikutnya adalah pandangan pendekatan yang kedua. Pendidikan seksual sebaiknya sudah dimulai sedini mungkin, dalam masa kanak-kanak dengan peranan utama dipegang oleh para orangtua dan para guru. Bagi para remaja penyuluhan seksual sudah dapat dimulai di sekolah lanjutan, baik oleh dokter maupun oleh guru, yang kedua-duanya sudah memiliki pengetahuan tentang seksologi modern. Penyuluhan yang salah dapat berakibat negatif. Para orangtua tentunya dapat pula memegang peranan dalam hal ini.
  • Penyuluhan pada remaja : Dalam penyuluhan pada remaja perlu dibahas secara singkat anatomi dan fisiologi alat kelamin, serta fisiologi hubungan seksual. Juga variasi dan penyimpangannya yang masih dianggap dalam batas-batas normal perlu dikemukakan. Semua itu dilakukan dengan latar belakang norma-norma yang berlaku, termasuk agama dan pandangan masyarakat.
Kalau gebrakan sederhana ini dimulai dari keluarga, maka persoalan seks bebas dan pergaulan bebas dapat diminimalisir sekecil mungkin, karena keluarga adalah dasar pertama untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan. semoga bermanfaat. (AJM)



0 comments :

Post a Comment

1. Berkomentarlah yang sopan dan seperlunya, jangan menitipkan link, karena akan kami hapus.
2. Spamming adalah cara ngeblog yang curang dan dapat merugikan, untuk itu, jangan Spamming yeah.
3. komentar yang tidak sopan dan tidak related dengan artikel akan kami hapus (dianggap Spam)
4. Tidak semua komentar dapat kami balas, mohon kesabarannya.